3R di sini bukan ukuran foto loh, tapi nama kami bertiga (saya dan adek-adek). Saya belum tau pasti apa motivasi bapak-ibuku dulu kasih nama dengan awalan R. Padahal huruf R menurut saya susah dilafalkan.
Dari 3 bersaudara, saya adalah anak pertama. Selisih umur kami lumayan jauh. Mungkin pertimbangan orang tua waktu itu biar kalo adik bayi lahir si kakak udah bisa bantuin cuci popok
Dulu waktu bayi mereka sangat lucu-lucu dan beberapa kali saya jatuhin. Dan saking gemesnya pernah saya cubit. Alhasil bayi yang tanpa dosa itu menangis, dan saya yang banyak dosa dimarahi sama ibu. *he3..*
Seriring berjalannya hidup, nggak banyak waktu yang bisa ku habiskan langsung dengan mereka. Ketika pulang kampung saja ketemunya. Meski komunikasi dengan telpon terus jalan, tapi rasanya beda aja. Bertatap muka adalah segalanya. Harapan sebagai kakak, kedepannya mereka berdua harus lebih sukses dari saya. Inilah mereka yang saya banggakan:
Recta Tidar Wiguna (Recta)
Adik pertama saya ini sekarang kelas 2 di SMAN 3 Lumajang. Hobinya renang dan gitaran. Dia yang paling humoris di rumah. Gayanya kocak banget dan agak alay layaknya ababil yang seusianya, dan nggak nyangka dia begitu gagah saat ikut paskibra.
Nama dia di FB aja Recta The “Metal Electric” Man… Setelah saya tanya nama apa itu. Jawabnya hanya yang penting keren aja.
Risqika Yanuar Maqfiro (Riski)
Adik saya yang terakhir ini anaknya sangat rajin membantu. Apalagi berhubungan dengan kebun dan pertukangan. Haha… Dia yang sangat bersemangat kalau ikut bapak ke kebun atau sekedar mencarikan daun lumbu buat makan ikan di kolam. Dan dia sangat antusias sekali ketika membuat kandang ayam atau membuat bangku-bangku kayu. Itulah Riski yang hobinya menggambar. Setiap ada kertas A4 di rumah, nggak tahan lama kertas itu dibiarkan kosong. Beberapa menit kemudian pasti ada coretan berbentuk mobil dan onderdilnya, motor, alat berat, diesel, dengan gambaran yang sangat detail sampai merk mesinnya juga. Tapi kalau menggambar rumah, pemandangan, buah, bunga, haha dia hanya berpuas mendapat nilai 70 di sekolahnya.
Untuk ukuran anak kelas 4 SD dia sudah lumayan mandiri. Begitulah orang tua kami mendidik kami, dimana kelas 4 SD sudah harus diberi tanggang jawab minimal untuk dirinya sendiri misalnya cuci sepatu dan kaos kaki, cuci tas, cuci topi, setrika bajunya sendiri, dan bahkan diajari gimana caranya goreng telur mata sapi.
Riski ini mempunyai pose tidur yang aneh seperti ini
Dan ternyata di lain waktu dia masih tidur dengan pose yang sama
Sewaktu dia buka-buka foto-foto ini di HP saya, mungkin dia ngerasa kok jelek banget. Akhirnya dia dengan sadar mencoba mencari gaya tidur yang lain. Mungkin beginilah yang dia harapkan sebenarnya
Well, begitulah sekilas adik-adikku yang keonarannya membuat suasana rumah semakin hidup. Mereka yang sangat aku sayangi.




