Maka bertahajudlah berdua dengan Tuhan

5 06 2008

Sesungguhnya rumah yang di dalamnya didirikan sholat tahajjud maka cahanya akan menyinari penduduk langit, sebagaimana cahaya bintang gemintang menyinari penduduk bumi.

Di dalam ayat suci Al-Quran, Allah SWT telah menjamin keistimewaan bagi segolongan Ahlukitab, yakni bagi mereka yang tetap menjaga (dalam ibadah) sepanjang malam, membacakan wahyu-wahyunya, dan melakukan ibadah. Tentu saja, ayat tersebut diperuntukkan bagi sholat tahajud karena “sujud” (dalam kata bersujud) selalu merupakan bagian di dalam sholat.

Allah SWT berfirman, Lambung-lambung mereka jauh dari tempat tidur dan mereka selalu berdoa kepada Rabb-nya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan segala apa yang Kami berikan. Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan dari mereka, atas apa yang mereka kerjakan. (QS. As-Sajdah:16-17)

Munajad Ali Bin Abi Tholib :

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

Segala puji bagiMu, wahai Pemilik kedermawanan, keagungan, dan ketinggian. Engkau Maha Agung, memberi dan mencegah siapa yang Engkau kehendaki.

Hanya kepadaMu aku mengadu di saat sulit dan bahagia, wahai Tuhanku, Penciptaku, Pelindungku, san Suakaku.

Sembahanku, jika dosa telah menumpuk, maka maaf-Mu lebih agung dan lapang dari dosaku.

Sembahanku, jika kuturuti segala kehendak nafsuku, maka kini aku berkelana di sahara penyesalan.

Sembahanku, Engkau telah melihat kefakiran dan kepapaanku, sedangkan engkau mendengarkan munajatku yang tersembunyi.

Sembahanku, jangan kau putus harapanku dan jangan biarkan hatiku tersesat, karena asaku tertumpu pada aliran karuniamu.

Sembahanku, jika Kau sia-siakan daku dan Kau campakkan aku, maka siapa lagi yang dapat ku harap dan kujadikan penyafaat.

Sembahanku, lindungilah aku dari siksaMu, karena aku adalah hambaMu yang terpenjara, hina, takut, dan bersimpuh padaMu.

Sembahanku, bahagiakanlah aku dengan mengajarkan hujjahku bila aku sudah kembali ke alam kuburku.

Sembahanku, jika Kau siksa daku seribu tahun, maka temali harapanku kepada Mu tak kan terputus.

Sembahanku, biarkanlah aku merasakan manisnya maafMu pada hari tiada keturunan dan harta yang bermafaat di sana.

Sembahanku, jika Kau tak menjagaku, niscaya aku kan binasa, dan jika Kau memeliharaku, maka aku tak kan binasa.

Sembahanku, jika Kau tak memaafkan pendosa, maka siapakah yang akan memaafkan orang jahat yang berlumuran hawa nafsu.

Sembahanku, jika aku teledor dalam mencari ketakwaan, maka kini aku berlari mengejar maafMu.

Sembahanku, jika aku berbuat kesalahan tanpa sepengetahuanku, aku selalu mengharap hingga orang-orang berkata “Alangkah tidak takutnya ia!”

Sembahanku, dosa-dosaku telah menumpuk bak gunung menjulang, namun ampunanMu lebih agung dan tinggi dari dosaku.

Sembahanku, mengingat karuniaMu dapat menyelamatkan bara hati dan kekhawatiranku, sedang mengingat dosa-dosa, maka mengucurlah air mataku.

Sembahanku, maafkanlah kesalahanku dan musnahkanlah dosa-dosaku, karena aku mengaku, takut dan bersimpuh.

Sembahanku, anugerahkan kebahagiaan dan ketenangan kepadaku, karena aku takkan mengetuk selain pintuMu.

Sembahanku, jika Kau usir aku atau Kau hinakan aku, maka apa dayaku dan tak ada yang bisa ku perbuat, Ya Rabbi.

Sembahanku, pencinta-Mu kan terjaga sepanjang malam, bermunajat dan memohon kepadaMu, sedang orang yang lupa akan terlelap tidur.

Sembahanku, makhluk ini berada di antara dua tidur, maka kala sadar ia bersimpuh di malam hari.

Mereka semua mengharap karunia agungMu, mengharap rahmatMu yang agung dan menginginkan keabadian.

Sembahanku, asaku memberikan sebuah harapan kebahagiaan, sedang keburukan dosaku akan menghinakanku.

Sembahanku, jika Kau memaafkanku, maka maafMu adalah penyelamatku, dan jika tidak, aku kan hancur dengan dosa yang membinasakan ini.

Sembahanku, demi Al-Hasyimi, Muhammad ini dan kehormatan orang-orang suci yang tunduk kepadaMu.

Sembahanku, demi Al-Mustafa dan putra pamannya dan kehormatan orang-orang baik yang tunduk kepadaMu.

Sembahanku, bangkitkanlah aku untuk agama Muhammad dan segera bertaubat, bertakwa, khusyuk, dan bersimpuh di haribaanMu.

Jangan kau halangi aku ya Ilahi dan Junjunganku, dari syafaatnya yang agung, karena syafaatnya pastu terkabulkan.

Curahkan shalawat atas mereka selama para muwahhid memohon, dan orang-orang sholeh bermunajat bersimpuh di pintuMu.

_From : The Night Prayer (Salat Al Lail):Merits and Method





Malam Pertama

30 05 2008

Yups ‘pernikahan’ lagi menjadi bahan menarik untuk dibicarakan saat ini, between Ratrie and The Gank. Mulai dari ngomongin temen-temen yang udah merit n punya baby, tetua-tetua kenalan yang masih melajang, perceraian artis yang lagi marak, topik gokil acara TV ‘suami-suami takut istri’, menemukan fitur-fitur seperti apa suami idaman *he3..* and many others..

Keesokan harinya waktu maen ke perpus, aku menemukan sebuah buku yang sampulnya cantik sekali. Tepatnya di rak yang ada labelnya ‘BUKU AGAMA’. Ampus bonnn tobatttt!!!

Langsung aja ku comot tuh buku, ku baca judulnya. Wow terpampang jelas ada tulisan ‘Malam Pertama’… Nah it is *inget bahasa inggris gaya Pare* Ku bawa nyelonong tuh buku ke meja. Dan setelah ku balik bukunya… Hahaha ternyata judulnya ‘Malam Pertama di Alam Kubur’. Dan tulisan ‘di Alam Kubur’ emang kecil sekali. Gak imbang sama tulisan ‘MALAM PERTAMA’ yang gede-gede nyolok mata. Yukkk cara cover designer untuk menggaet pembaca. Sebenarnya juga gak papa sih. And then aku cuman tersenyum, menertawakan diriku sendiri.

Ada buku Fikih Wanita dari Syaikh Kamil Muhammad ‘Uwaidah yang akhirnya jadi aku pinjam. Salah satu pembahasannya adalah masalah Hikmah Pernikahan. Kita baca sama-sama.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tentram kepadanya. Juga dijadikan-Nya diantara kalian rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (Ar-Rum:21)”

*Ayat ini adalah ayat andalan tukang bikin undangan pernikahan. Coba deh kalo pas dapet undangan perkawinan, liat bagian belakangnya. Biasanya ada ayat tersebut yang nongol.*

Back to pernikahan. Pernikahan menjadikan proses keberlangsungan hidup manusia di dunia ini berlanjut. Dari geneasi ke generasi. Selain juga berfungsi menghindari godaan syetan untuk berbuat zina.

Pernikahan juga berfungsi untuk mengatur hubungan antara laki-laki dan perempuan berdasarkan pada asas saling menolong dalam wilayah kasih saying dan cinta serta penghormatan. Wanita muslimah berkewajiban untuk mengerjakan tugas di dalam rumah tangganya seperti mengatur rumah, mendidik anak, dan menciptakan suasana menyenangkan, supaya suaminya dapat mengerjakan kewajibannya dengan baik utuk kepentingan duniawi maupun ukhrawi. (source : Syaikh Kamil Muhammad ‘Uwaidah)

Sepertinya pernikahan itu sangat indah… :)





Perempuan perempuan ku

16 05 2008

Banyak anggapan salah tentang perempuan, seolah-olah jadi perempuan itu suatu musibah, karena hamil dianggap sebagai letak kerugiannya. Ibu-ibu cemas punya anak perempuan karena mereka menganggap susah menjaganya dan takut hamil di luar nikah baik karena ‘kecelakaan’ atau pemerkosaan, yang akhirnya mengakibatkan aborsi. Apalagi pada era kebebasan sekarang ini, tindakan aborsi menjadi kebutuhan primer wanita aliran ’serba boleh’.

Karena statusnya sebagai istri dari seorang laki-laki dan Ibu dari anak-anak laki-laki tersebut, maka Allah memberi keistimewaan kepada kaum perempuan.
1. Nggak wajib cari nafkah (QS. 4 : 34 & 65 : 7).
2. Disediakan tempat tinggal (boleh rumah kontarakan ; boleh rumah sendiri).
3. Dapat hadiah yang disebut mahar ketika mau dinikahi.
4. Kalo dicerai dapat hadiah yang disebut mut’ah (QS. 2 : 241). Kalo dicerai pas
hamil, dapat nafkah sampai melahirkan sang bayi (QS. 65 : 6).
5. Nggak wajib perang, malah kaum lelaki berperang fiisabilillah untuk membela kaum wanita (QS. 4 : 75).

Jadi, enak dong jadi perempuan itu, cukup ongkang-ongkang kaki saja, ternyata enggak juga. Kaum wanita pun dituntut untuk bahu membahu bersama kaum lelaki menegakkan syariat Allah di muka bumi ini. Sebab, orang yang berjihad derajatnya lebih tinggi dari orang yang hanya duduk-duduk (QS. 4 : 95 -96).