Yups ‘pernikahan’ lagi menjadi bahan menarik untuk dibicarakan saat ini, between Ratrie and The Gank. Mulai dari ngomongin temen-temen yang udah merit n punya baby, tetua-tetua kenalan yang masih melajang, perceraian artis yang lagi marak, topik gokil acara TV ‘suami-suami takut istri’, menemukan fitur-fitur seperti apa suami idaman *he3..* and many others..
Keesokan harinya waktu maen ke perpus, aku menemukan sebuah buku yang sampulnya cantik sekali. Tepatnya di rak yang ada labelnya ‘BUKU AGAMA’. Ampus bonnn tobatttt!!!
Langsung aja ku comot tuh buku, ku baca judulnya. Wow terpampang jelas ada tulisan ‘Malam Pertama’… Nah it is *inget bahasa inggris gaya Pare* Ku bawa nyelonong tuh buku ke meja. Dan setelah ku balik bukunya… Hahaha ternyata judulnya ‘Malam Pertama di Alam Kubur’. Dan tulisan ‘di Alam Kubur’ emang kecil sekali. Gak imbang sama tulisan ‘MALAM PERTAMA’ yang gede-gede nyolok mata. Yukkk cara cover designer untuk menggaet pembaca. Sebenarnya juga gak papa sih. And then aku cuman tersenyum, menertawakan diriku sendiri.
Ada buku Fikih Wanita dari Syaikh Kamil Muhammad ‘Uwaidah yang akhirnya jadi aku pinjam. Salah satu pembahasannya adalah masalah Hikmah Pernikahan. Kita baca sama-sama.
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tentram kepadanya. Juga dijadikan-Nya diantara kalian rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (Ar-Rum:21)”
*Ayat ini adalah ayat andalan tukang bikin undangan pernikahan. Coba deh kalo pas dapet undangan perkawinan, liat bagian belakangnya. Biasanya ada ayat tersebut yang nongol.*
Back to pernikahan. Pernikahan menjadikan proses keberlangsungan hidup manusia di dunia ini berlanjut. Dari geneasi ke generasi. Selain juga berfungsi menghindari godaan syetan untuk berbuat zina.
Pernikahan juga berfungsi untuk mengatur hubungan antara laki-laki dan perempuan berdasarkan pada asas saling menolong dalam wilayah kasih saying dan cinta serta penghormatan. Wanita muslimah berkewajiban untuk mengerjakan tugas di dalam rumah tangganya seperti mengatur rumah, mendidik anak, dan menciptakan suasana menyenangkan, supaya suaminya dapat mengerjakan kewajibannya dengan baik utuk kepentingan duniawi maupun ukhrawi. (source : Syaikh Kamil Muhammad ‘Uwaidah)
Sepertinya pernikahan itu sangat indah…